jateng.jpnn.com, SURABAYA - Derbi Jatim yang berakhir imbang 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (22/11) malam, menjadi laga terakhir Eduardo Perez di kursi pelatih Persebaya Surabaya.
Beberapa jam setelah duel sengit kontra Arema FC itu, akun resmi klub @officialpersebaya mengumumkan keputusan kerja sama dengan pelatih asal Spanyol tersebut resmi dihentikan. Hanya enam bulan Eduardo bertahan di Kota Pahlawan.
“Persebaya hari ini memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Coach Eduardo Perez,” tulis manajemen.
Pertandingan yang panas dan penuh tekanan itu memunculkan reaksi tajam dari tribun. Sang pelatih menanggapinya dengan kepala dingin.
Dalam sesi seusai laga, Eduardo justru memuji suporter Bajol Ijo sebagai yang terbaik, dan menyebut kritik sebagai hal wajar untuk klub sebesar Persebaya.
“Ketika anda seorang coach, anda harus menghormati semua pendapat. Kami ingin berterima kasih kepada semua pendukung kami. Persebaya adalah klub besar,” ujarnya.
Eduardo juga mengaku menikmati setiap harinya membesut tim kebanggaan Arek-Arek Surabaya.
“Saya sangat senang bekerja di klub ini, dengan pemain-pemain ini. Saya tahu ini klub besar. Setiap hari saya selalu memberikan yang maksimum,” ucap pemilik lisensi UEFA Pro itu.



















































