Persib Merugi Lebih dari Rp3,5 Miliar, Bobotoh Terdampak

4 hours ago 12

Persib Merugi Lebih dari Rp3,5 Miliar, Bobotoh Terdampak

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi Persib Bandung. Foto: persib

jpnn.com - BANDUNG - Petahana Super League Persib Bandung mendapat hukuman penutupan stadion saat menggelar laga kandang di kompetisi AFC dan denda sebesar USD200.000 atau sekitar Rp3,5 miliar.

Itu gara-gara insiden yang terjadi setelah pertandingan Persib vs Ratchaburi FC pada AFC Champions League Two 2025/2026, 18 Februari 2026.

PT Persib Bandung Bermartabat pun menyampaikan kekecewaan dan keprihatinan mendalam atas sanksi dan denda tersebut.

Namun, pihak Persib menghormati keputusan yang telah ditetapkan AFC sebagai bagian dari komitmen terhadap profesionalisme, disiplin, dan tata kelola sepak bola internasional.

"Di sisi lain, Persib sangat menyayangkan bahwa akibat tindakan yang seharusnya dapat dihindari, klub kini harus menanggung kerugian yang sangat besar, baik secara finansial, reputasi, maupun terhadap perjuangan yang sedang dibangun untuk terus bersaing dan berkembang di level internasional," bunyi pernyataan yang dipetik dari halaman Persib.

"Nilai denda yang mencapai sekitar Rp3,5 miliar, ditambah potensi kehilangan pendapatan pertandingan akibat hukuman tanpa penonton, merupakan kerugian yang sangat besar bagi klub. Nilai tersebut bukan angka kecil.

"Dana sebesar itu sejatinya bisa dialokasikan untuk penguatan fasilitas klub, pembinaan jangka panjang, peningkatan kualitas operasional, hingga memperkuat daya saing tim agar Persib dapat terus berkembang dan melangkah lebih jauh di level Asia," bunyi pernyataan pihak Persib.

Manajemen si Maung Bandung sangat menyesalkan, karena kerugian itu tidak hanya akan dirasakan oleh klub, tetapi juga oleh Bobotoh secara luas.

Dana sebesar itu sejatinya bisa dipakai Persib Bandung buat memperkuat daya saing tim di Asia musim depan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |