Peta Wilayah Rawan Kekeringan di Gunungkidul

2 hours ago 14

Jumat, 26 Juni 2026 – 11:30 WIB

Peta Wilayah Rawan Kekeringan di Gunungkidul - JPNN.com Jogja

ILustrasi - Kekeringan pada musim kemarau di Jogja. Foto: Kementerian Pertanian

jogja.jpnn.com, GUNUNGKIDUL - Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul mulai melakukan pemetaan potensi kekeringan sebagai langkah strategis mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono mengatakan bahwa tren kekeringan di wilayahnya memiliki pola khas yang biasanya dimulai dari kawasan selatan.

Hal ini disebabkan oleh kondisi geologis wilayah tersebut yang didominasi oleh tanah kapur.

"Karakteristik tanah di sana dominan tanah kapur sehingga sangat mudah kering. Artinya, tanah tersebut tidak mampu menyimpan air di permukaan," ujar Purwono, Kamis (26/6).

Berdasarkan pengamatan tahun-tahun sebelumnya, wilayah yang menjadi titik awal kekeringan meliputi:

  • Kapanewon Girisubo
  • Kapanewon Tepus
  • Kapanewon Tanjungsari
  • Kapanewon Panggang
  • Kapanewon Purwosari
  • Kapanewon Saptosari

Menurut Purwono, sulitnya akses air di kawasan ini disebabkan posisi air tanah yang berada di kedalaman 80 hingga 100 meter di bawah permukaan tanah.

Oleh karena itu, bantuan distribusi air bersih dari BPBD akan diprioritaskan ke wilayah selatan terlebih dahulu, sebelum meluas ke arah utara.

Meskipun kekeringan berpotensi mengganggu produktivitas pertanian, masyarakat setempat dinilai sudah sangat tangguh dan berpengalaman dalam beradaptasi dengan kondisi alam.

BPBD sudah memetakan beberapa wilayah di Gunungkidul yang rawan mengalami kekeringan saat musim kemarau.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News

Read Entire Article
| | | |