jateng.jpnn.com, SEMARANG - Pengusutan kasus ledakan maut di Kampung Tambakrejo, Kota Semarang, terus bergulir. Tim Polda Jawa Tengah melalui Laboratorium Forensik (Labfor) turun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), Jumat (20/3).
Kasubdit Fisika dan Komputer Forensik Bidang Labfor Polda Jateng Totok Tri Kusuma mengungkapkan titik ledakan diduga berada di salah satu kamar rumah milik warga berinisial R.
“Di kamar tersebut ditemukan kubah ledakan dengan diameter sekitar 25 hingga 30 sentimeter,” ujarnya.
Dari hasil olah TKP, petugas tidak menemukan bahan petasan dalam kondisi utuh. Yang tersisa hanya serpihan material pascaledakan yang kini masih didalami jenisnya.
“Kami hanya menemukan sisa-sisa ledakan. Untuk jenisnya masih akan kami teliti lebih lanjut,” kata Totok.
Menariknya, petugas juga tidak menemukan petasan yang sudah jadi di lokasi. Sementara sejumlah kembang api yang ditemukan disebut tidak berkaitan langsung dengan sumber ledakan.
“Untuk bahan yang meledak ini masuk kategori low explosive,” tegasnya.
Berdasarkan ukuran kubah ledakan, Labfor memperkirakan bahan baku petasan yang meledak memiliki berat sekitar 1 hingga 2 kilogram, cukup untuk menimbulkan kerusakan serius di dalam rumah.

















































