jpnn.com - Hujan memang masih turun dari langit, tetapi petirnya datang dari bumi: Bumi DPR Senayan.
"Impor mobil dari India agar ditunda dulu", ujar Wakil Ketua DPR Prof Dr Sufmi Dasco Ahmad, dua hari lalu.
Agrinas terlanjur memesan Mobil Pikap Impor Pabrikan Mahindra asal India dan 1.000 unit di antaranya telah berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara-Istimewa-
Impor mobil? Dari India? Siapa yang impor? Untuk apa?
Saya benar-benar seperti tersambar petir. Tidak pernah dengar berita apa pun di sekitar impor mobil itu. Tiba-tiba ada berita minta ditunda. Selentingan pun belum pernah.
Benar-benar ketat penjagaan informasi rencana impor itu. Tiba-tiba saja sudah begitu jauh: mobilnya sudah dipesan. Uang muka sudah dibayar: 30 persen.
Petir berikutnya: jumlah mobil yang dibeli itu ternyata besaaaaar sekali: 105.000 mobil. Berarti uang muka yang sudah dibayar sama dengan nilai harga penuh 35.000 mobil.
Setelah agak tersadar dari kekagetan saya ingat: harus sering memuji orang. Pasti ada orang hebat di baliknya. Salah satunya: manajer pemasaran pabrik mobil India itu. Ia/dia manajer yang hebat. Sangat berprestasi. Ia/dia pantas dapat bonus besar tahun ini. Atau naik jabatan.

.jpeg)


















































