PHK di Jateng Tembus 18.101 Orang, Namun Tingkat Pengangguran Diklaim Menurun

15 hours ago 49

Jumat, 09 Januari 2026 – 19:43 WIB

PHK di Jateng Tembus 18.101 Orang, Namun Tingkat Pengangguran Diklaim Menurun - JPNN.com Jateng

Ilustrasi pekerja sedang menyeberang zebra cross di Jakarta. FOTO: Ricardo/JPNN.com.

jateng.jpnn.com, SEMARANG - Total pemutusan hubungan kerja (PHK) di Jawa Tengah pada 2025 mencapai 18.101 orang. Angka ini cukup tinggi, terutama dipengaruhi oleh kasus pailitnya grup Sritex yang menutup pabriknya.

Namun, secara keseluruhan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di provinsi ini justru mengalami penurunan.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah Ahmad Aziz menjelaskan grup Sritex menyumbang paling banyak jumlah pekerja yang terdampak badai PHK.

“Kalau kami lihat datanya, memang jumlah PHK cukup banyak karena ada kasus terkait Sritex. Pailitnya terjadi pada 2024, tetapi PHK-nya berlangsung Februari 2025. Dari total 18.101 orang yang terkena PHK, 10.632 berasal dari grup Sritex," katanya di kantor Disnakertrans Jawa Tengah, Kota Semarang, Jumat (9/1).

Grup Sritex terdiri dari empat perusahaan, yaitu Sritex di Sukoharjo sebanyak 8.475 orang, Prima Yuda Mandiri Jaya di Boyolali 956 orang, Bitratex di Semarang 1.161 orang, Sinar Panca Jaya di Semarang 40 orang.

Selain Sritex, beberapa perusahaan lain juga melakukan PHK karena berbagai alasan, mulai dari kebangkrutan, penurunan produksi, hingga efisiensi.

“Ada perusahaan di Purbalingga, terkait industri rambut palsu dan bulu mata palsu yang melakukan PHK lebih dari 100 orang. Selain itu, sektor garmen, tekstil, industri kertas, pembuatan tas, produksi olahan kayu, dan industri sepatu olahraga serta kesehatan juga terdampak,” kata Aziz.

Menurut Aziz, sebagian PHK terjadi juga karena perusahaan mengurangi tenaga kerja kontrak (PKWT) atau melakukan efisiensi pada bagian tertentu, meski perusahaan secara keseluruhan masih berjalan.

Angka PHK di Jawa Tengah tembus 18.101 orang, sementara tingkat pengangguran terbuka diklaim menurun.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

Read Entire Article
| | | |