bali.jpnn.com, DENPASAR - Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Distribusi (UID) Bali mengelola 150 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dengan pertumbuhan transaksi sepanjang 2025 mencapai 751 persen.
Menurut GM PLN UID Bali Eric Rosi Priyo Nugroho, data transaksi ini menjadi dasar bagi pihaknya untuk memastikan pengembangan SPKLU dilakukan tepat sasaran.
“Pengembangan SPKLU mengikuti pola kebutuhan masyarakat dengan tetap menjaga keandalan sistem kelistrikan secara keseluruhan,” kata Eric Rosi Priyo Nugroho dilansir dari Antara.
Total SPKLU yang beroperasi di Bali pada 2025 mencapai 230 unit EV charger yang tersebar di 164 titik lokasi.
Dari jumlah tersebut, 150 unit SPKLU dikelola oleh PLN, sementara 80 unit lainnya dikelola oleh badan usaha SPKLU swasta.
“SPKLU di Bali tersebar di berbagai titik strategis yang menunjang mobilitas harian maupun perjalanan antardaerah,” ucapnya.
Untuk kendaraan roda empat (R4), PLN mengelola 150 unit SPKLU yang tersebar di 93 lokasi, sedangkan untuk kendaraan roda dua (R2) tercatat 44 unit SPKLU.
Penempatan tersebut dirancang agar masyarakat dapat melakukan pengisian daya secara lebih nyaman dan terencana.


















































