jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tulungagung memastikan seluruh kegiatan organisasi tetap berjalan normal meski terjadi dinamika di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terkait desakan agar Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mundur dari jabatannya.
Ketua PCNU Tulungagung KH Bagus Ahmadi mengatakan persoalan tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan PBNU sehingga struktur di daerah diminta tetap tenang dan fokus menjalankan program.
Pihaknya menyerukan kepada warga nahdiyin agar tetap tenang sambil menunggu keputusan final dari pusat.
Dia menjelaskan pimpinan PCNU se-Indonesia telah menggelar rapat daring pada Minggu (23/11) yang juga diikuti Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf. Dalam forum itu, Yahya menyampaikan perkembangan terbaru hasil rapat harian Syuriah PBNU pada 20 November di Jakarta.
Rapat tersebut diikuti 37 dari 53 pengurus harian Syuriah dan menghasilkan permintaan agar Yahya mengundurkan diri sebagaimana tertuang dalam risalah yang ditandatangani Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.
“Hingga kini kami belum menerima keputusan final. PCNU akan wait and see mengikuti dinamika yang berkembang,” ujar Bagus, Senin (24/11).
Dia memastikan situasi internal PBNU tidak mempengaruhi agenda PCNU Tulungagung maupun struktur di bawahnya, mulai MWC hingga ranting. Seluruh kegiatan tetap berjalan sesuai rencana.
“Kami berharap kondisi di bawah tetap kondusif dan tidak terpengaruh dinamika di pusat,” katanya.



















































