Polemik 'Pengupas Bawang', GCP Minta Pembuat Naskah Pidato Prabowo Diusut

3 hours ago 24

Polemik 'Pengupas Bawang', GCP Minta Pembuat Naskah Pidato Prabowo Diusut

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo (GCP), H. Kurniawan. Foto: dok. pribadi

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo (GCP) H. Kurniawan menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai pengupas bawang yang disebut mendapatkan penghasilan Rp700 ribu per kilogram dalam pidato kenegaraan.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR dan DPD RI pada Jumat (14/8/2026).

Pernyataan mengenai upah pengupas bawang itu kemudian menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Kurniawan menilai pernyataan tersebut perlu mendapat penjelasan karena disampaikan dalam forum kenegaraan.

Menurut Kurniawan, angka Rp700 ribu per kilogram untuk jasa mengupas bawang dinilai tidak masuk akal.

Dia mempertanyakan proses penyusunan naskah pidato hingga pernyataan tersebut dapat disampaikan Presiden dalam sidang kenegaraan.

"Ini perkara serius. Sebab ini merupakan pidato kenegaraan. Pertanyaannya, siapa yang membuat pidato? Kenapa protokoler lalai? Apa maksud mereka? Siapa yang bertanggung jawab?" ujar Kurniawan, dalam keterangannya, Selasa (18/8).

Kurniawan menduga terdapat persoalan dalam lingkaran internal Presiden yang perlu ditelusuri.

GCP menyoroti pernyataan Prabowo soal pengupas bawang Rp700 ribu per kilogram dalam pidato kenegaraan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |