jakarta.jpnn.com - Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PP HIMMAH) menyuarakan keprihatinan mendalam atas pernyataan Syaiful Mujani yang menyerukan penggulingan terhadap Presiden Prabowo Subianto.
PP HIMMAH menilai seruan tersebut dinilai berpotensi mengganggu stabilitas nasional, kedaulatan bangsa, dan mengarah kepada tindakan makar.
Ketua Umum PP HIMMAH Abdul Razak Nasution mengatakan setiap tindakan yang berpotensi menggulingkan kepemimpinan negara merupakan bentuk makar yang tidak dapat ditoleransi.
"Upaya-upaya untuk mengganggu jalannya pemerintahan yang sah adalah tindakan nyata makar dan harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku," ujar Abdul Razak Nasution, Rabu (8/4).
Dia menambahkan mengganggu Presiden sama artinya dengan mengusik seluruh rakyat Indonesia.
Razak menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap individu atau kelompok yang disinyalir memiliki agenda tersembunyi yang bisa merugikan kepentingan nasional serta berperan sebagai antek asing.
"Rakyat Indonesia harus bersatu menghadapi tantangan, khususnya dari pihak-pihak yang berpotensi menjadi pengkhianat bangsa di tengah situasi geopolitik global yang penuh gejolak, seperti di Timur Tengah saat ini," tambahnya.
PP HIMMAH secara khusus menyebutkan perlunya mencermati peran aktor-aktor yang diduga berafiliasi dengan kepentingan asing.


.jpeg)














































