Prabowo Gelontorkan Rp100 Miliar Buat Sapi Kurban, LIMA: Cenderung Berlebihan

7 hours ago 16

 Cenderung Berlebihan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Direktur Eksekutif LIMA Ray Rangkuti menilai dana BOP dan banpres itu umumnya disiapkan untuk keperluan darurat, bukan buat sapi. Ilustrasi. Foto: Cuci Hati/JPNN.com.

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti mengaku tidak paham Dana Operasional Presiden dan bantuan presiden (banpres) dihabiskan lebih dari 70 persen untuk membeli sapi kurban.

Sebab, dia mengatakan dana DOP dan banpres setiap tahunnya dianggarkan berkisar Rp 100-160 miliar.

Hal demikian dikatakan Ray menyikapi kabar Presiden RI Prabowo Subianto menyalurkan kurban sapi dengan menghabiskan Rp 100 miliar dari APBN.

"Dengan mengeluarkan dana Rp100 miliar untuk sapi kurban tok, rasanya kurang strategis, bahkan cenderung berlebihan," kata dia melalui layanan pesan, Jumat (29/5).

Dia mengatakan saat ini masih berada di bulan enam dalam kalender tahunan.

Artinya, 60 persen dana DOP dan banpres terpakai setengah setelah Prabowo menyalurkan kurban sapi menghabiskan Rp 100 miliar.

"Setengah tahun ke depan, hanya tersisa 40 persen," ujarnya.

Ray menuturkan dana BOP dan banpres itu umumnya disiapkan untuk keperluan darurat, tetapi belum masuk ke UU APBN. 

Direktur Eksekutif LIMA Ray Rangkuti menilai menuturkan dana BOP dan banpres itu umumnya disiapkan untuk keperluan darurat.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |