jpnn.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan kepada jajarannya untuk membentuk tim kajian mengenai banjir Jakarta.
Perintah juga disampaikan kepada Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOP Pantura Jawa) yang sedang mempersiapkan proyek Giant Sea Wall.
“Memerintahkan kepada kami untuk secepat-cepatnya membentuk tim kajian untuk mencoba menganalisa dan kemudian membuat grand design penyelesaian masalah-masalah yang berkenaan dengan air,” ungkap Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Negara, pada Kamis (22/1).
Politikus Partai Gerindra tersebut menyebutkan Prabowo meminta adanya pengelolaan air khususnya di Pulau Jawa yang menjadi masalah tahunan.
“Tentunya kita sebagai bangsa harus berpikir untuk bagaimana bisa melakukan penanganan-penanganan yang lebih apa namanya lebih terintegrasi penyelesaian dari hulu ke hilirnya,” jelasnya.
Terkait rencana penanganan banjir itu, Istana bakal melibatkan banyak pihak da sektor lain untuk bekerja sama. Salah satu yang disebutkan adalah PT Kereta Api Indonesia (KAI) lantaran ada laporan banjir di rel kereta.
“Muncul genangan di jalur rel kereta api yang kemudian itu juga mengganggu perjalanan dan tentunya mengganggu pelayanan kereta api kepada masyarakat,” tutur Pras.
Adapun, Prabowo disebut memantau banjir Jakarta dari luar negeri. Prabowo saat ini dalam rangkaian kunjungan kerja ke luar negeri, yakni ke Inggris dan Swiss.






















































