Pramono Bidik Jakarta Masuk 50 Besar Kota Global pada 2030

7 hours ago 28

KabarJakarta.com — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperkuat posisi ibu kota sebagai kota global. Upaya tersebut dilakukan dengan membangun kepercayaan publik sekaligus memberikan kepastian bagi dunia usaha dan investor.

Menurut Pramono, dua hal tersebut menjadi modal penting bagi Jakarta untuk berkembang sebagai kota yang global, hijau (green), dan tangguh (resilient).

Hal itu disampaikan Pramono saat menghadiri Jakarta Investment Awards (JIA) 2026 bertema “Investing in a Global, Green, and Resilient Jakarta” di Hotel The Westin Jakarta, Jakarta Selatan, Senin (14/9).

Pramono menjelaskan, momentum menuju usia 500 tahun Jakarta harus dimanfaatkan untuk membangun kota yang semakin aman, nyaman, dan dipercaya masyarakat maupun dunia internasional.

“Dengan menyongsong 500 tahun ini, mari kita buat Jakarta menjadi kota yang lebih baik, lebih aman, lebih nyaman, dan sekaligus membangun kepercayaan dunia untuk mereka datang berinvestasi di Jakarta,” ujar Pramono.

Bidik 50 besar kota global

Pramono menargetkan Jakarta dapat masuk dalam jajaran 50 besar Global Cities Index pada 2030. Untuk mencapai target tersebut, Pemprov DKI Jakarta berupaya membenahi berbagai persoalan yang selama ini dapat menjadi hambatan bagi investasi.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah pelayanan perizinan. Pemprov DKI melakukan penyederhanaan dan mempercepat sejumlah proses perizinan yang berkaitan dengan pembangunan.

Pramono menyebut pengurusan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) kini ditargetkan dapat selesai maksimal dalam 15 hari kerja.

Percepatan tersebut dinilai penting karena kepastian waktu menjadi salah satu pertimbangan utama investor ketika menentukan lokasi dan nilai investasinya.

Menurut Pramono, perbaikan birokrasi tidak hanya membuat proses investasi lebih mudah, tetapi juga membantu meningkatkan pembangunan di Jakarta tanpa harus selalu mengandalkan anggaran pemerintah daerah.

Ia mencontohkan sejumlah pembangunan yang dapat dilakukan melalui kerja sama dengan mitra strategis.

“Sama sekali tidak menggunakan dana dari APBD. Dari mana? Strategic partner. Kok bisa? Kepercayaan yang dibangun, trust. Termasuk pembangunan di Taman Semanggi,” paparnya.

Foto bersama Gubernur Pramono Anung dengan para penerima penghargaan. Foto: Pemprov DKI

Investasi Jakarta terus tumbuh

Kepercayaan investor terhadap Jakarta, kata Pramono, tercermin dari peningkatan realisasi investasi dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2021, realisasi investasi di Jakarta berada di kisaran Rp103 triliun. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi sekitar Rp270 triliun pada 2025.

Pertumbuhan itu masih berlanjut. Hingga kuartal II 2026, realisasi investasi Jakarta telah mencapai sekitar Rp173 triliun.

Investasi Jakarta saat ini disebut memberikan kontribusi sekitar 17,2 persen terhadap investasi nasional. Aktivitas ekonomi tersebut juga ikut menopang pertumbuhan ekonomi Jakarta yang mencapai 5,52 persen.

Bagi Pramono, meningkatnya investasi juga tidak dapat dilepaskan dari tingkat kepercayaan terhadap Jakarta sebagai kota yang aman dan nyaman.

Kepercayaan itu, menurut dia, dapat dilihat dari kemampuan Jakarta menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala besar, termasuk konser dan acara internasional.

Ia menyinggung sejumlah konser musik yang digelar di Jakarta sebagai salah satu indikator kepercayaan tersebut.

“Untuk mengukur kepercayaan publik cukup sederhana. Enggak mungkin, yang namanya BTS tanggal 26, 27, 29 Desember main selama 3 hari, kalau Jakarta enggak aman, nyaman. Enggak mungkin,” ujarnya.

Pramono juga menyebut konser The Weeknd di Jakarta International Stadium (JIS) yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat sebagai bagian dari aktivitas internasional yang menunjukkan daya tarik Jakarta.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani mengapresiasi penyelenggaraan acara Jakarta Investment Awards 2026. Foto: Pemprov DKI

Pengusaha minta kepastian

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani mengapresiasi penyelenggaraan Jakarta Investment Awards 2026. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi kepada dunia usaha yang ikut berkontribusi terhadap perkembangan Jakarta.

Shinta menilai investasi yang dibutuhkan Jakarta bukan sekadar modal yang masuk, tetapi investasi yang memberikan dampak jangka panjang.

Investasi berkualitas, katanya, dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, menghidupkan pemasok lokal, serta membawa teknologi dan inovasi baru.

Meski Jakarta masih menarik bagi investor, Shinta menilai pemerintah perlu terus memperbaiki ekosistem usaha agar keputusan investasi dapat dibuat dengan lebih mudah dan terukur.

Beberapa hal yang perlu diperkuat antara lain penyederhanaan perizinan, kepastian hukum, reformasi perpajakan, serta penurunan biaya energi.

“Ini bukan berarti dunia usaha kehilangan appetite dalam berinvestasi. Kami sedang menanti ekosistem, yang membuat investasi lebih predictable, more productive and more competitive,” kata Shinta.

Ia menilai Jakarta memiliki keunggulan karena menjadi tempat bertemunya modal, teknologi, talenta, pembiayaan, dan gagasan. Karena itu, Apindo menyatakan siap menjadi mitra Pemprov DKI dalam proses transformasi Jakarta.

Shinta menegaskan, Jakarta tidak perlu memilih antara menjadi kota global, hijau, atau tangguh.

“Mau tidak mau, Jakarta harus menjadi ketiganya at the same time,” jelasnya.

Bagi Pramono, dukungan dunia usaha menjadi bagian penting dalam perjalanan Jakarta menuju kota global. Ia berharap transformasi tersebut membuat Jakarta semakin terbuka, transparan, ramah terhadap investasi, sekaligus semakin dipercaya masyarakat dan dunia internasional.

Read Entire Article
| | | |