jatim.jpnn.com, PAMEKASAN - Aparat Polres Pamekasan mengungkap praktik produksi petasan berdaya ledak tinggi di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan. Satu pelaku berinisial D (18) ditangkap, sedangkan 11 orang lainnya kabur dan kini diburu polisi.
Kapolres Pamekasan Hendra Eko Triyulianto mengatakan pengungkapan kasus ini bermula dari patroli jajaran Polsek Larangan menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
"Tim yang mendengar adanya ledakan tersebut langsung menuju tempat kejadian perkara dan di sana terungkap bahwa ledakan tersebut terjadi di lokasi produksi petasan yang dilakukan oleh warga berinisial D ini," kata Hendra, Sabtu (21/3).
Dari lokasi kejadian, polisi menyita ratusan petasan siap pakai berbagai ukuran, mulai 3 hingga 12 cm, serta petasan renteng sepanjang tiga meter.
Selain itu, ditemukan pula bahan peledak seperti 5 kilogram bubuk mesiu, belerang, serbuk arang, tepung kanji, hingga dua kilogram booster.
"Timbangan elektrik yang digunakan tersangka dan kawan-kawan membuat bom juga kami sita, berikut alat pembuat petasan dari kayu dan pipa besi, alat perekat, serta selongsong petasan," bebernya.
Petugas juga menyita alat produksi berupa timbangan elektrik, pipa besi, alat perekat, hingga selongsong petasan.
Tak hanya itu, tiga unit ponsel, empat sepeda motor, serta bahan balon udara turut disita sebagai barang bukti.
















































