jpnn.com, JEMBER - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan Perum Perhutani menyatakan siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem di Jember, Jawa Timur.
Koordinator Manajer Kebun Wilayah Jember PTPN I Regional 5, Benny Hendricrianto, mengakui bahwa masih ada masyarakat kategori miskin ekstrem yang tinggal di sekitar perkebunan.
“Kami sepakat bahwa tidak mungkin kami menyelesaikan ini sendirian. PTPN siap bersinergi dan berkolaborasi dengan program prioritas Jember,” kata Benny dalam diskusi bertajuk “Potret Kemiskinan Ekstrem di Lahan Negara, Siapa Bertanggung Jawab?” yang digelar di Universitas Jember, Senin (13/4).
Menurut Benny, PTPN sebenarnya sudah menjalankan sejumlah upaya untuk turut serta menangani masalah kemiskinan di Jember.
PTPN sudah melakukan bedah rumah warga miskin, menggelar pasar murah, dan ikut menangani stunting bersama Pemkab Jember.
PTPN menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa pemberian akses modal kepada para peternak sapi di Jember. Program ini dilakukan melalui kerja sama dengan bank Himbara.
“Kami memberikan TJSL untuk para peternak dengan bunga sangat rendah, hanya tiga persen. Kami kucurkan hampir Rp 28 miliar untuk 2.800-an peternak. Kami harapkan ini bisa mengangkat perekonomian,” ucap dia.
PTPN juga memiliki skema kerja sama operasi (KSO) dengan pihak swasta. Warga miskin ekstrem di area perkebunan bisa bekerja dalam proyek KSO tersebut, sebagaimana yang diharapkan Bupati Jember Muhammad Fawait.




















































