jpnn.com, DEPOK - Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof. Heri Hermansyah menjadi pembicara dalam President’s Dialogue Session pada konferensi tahunan Asia-Pacific Association for International Education (APAIE) 2026.
Dalam forum yang mempertemukan para pimpinan perguruan tinggi dari berbagai negara tersebut, Rektor UI menyampaikan pidato bertajuk “The Mandate for Future-Proofing Education” yang menekankan pentingnya adaptabilitas dan integritas pendidikan tinggi dalam menghadapi era disrupsi.
Melalui pidatonya, Prof. Heri menegaskan bahwa disrupsi akibat percepatan teknologi, perubahan iklim, dinamika geopolitik, dan ketidakpastian ekonomi telah menjadi keniscayaan global.
Oleh karena itu, perguruan tinggi tidak lagi cukup berperan sebagai penyampai pengetahuan, melainkan harus mampu membekali mahasiswa dengan kapasitas untuk menghadapi tantangan yang terus berubah.
“Pendidikan tinggi harus melampaui model tradisional. Kita perlu menyiapkan mahasiswa bukan hanya untuk profesi hari ini, tetapi untuk tantangan masa depan yang bahkan belum terdefinisikan,” ujar Prof. Heri.
Dalam mempersiapkan pendidikan yang tangguh, dia menekankan tiga kapasitas utama yang harus dimiliki untuk menghadapi masa depan, yakni adaptabilitas, pergeseran menuju pembelajaran berbasis pengalaman dan pembelajaran sepanjang hayat, serta tanggung jawab.
Adaptabilitas menekankan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan resiliensi mahasiswa.
Pembelajaran sepanjang hayat mencakup penguatan project-based learning, kolaborasi dengan industri, mobilitas global, serta ekosistem re-skilling dan up-skilling berkelanjutan.




















































