jpnn.com - Petugas TAGANA dan relawan kebencanaan lainnya merupakan garda terdepan dalam setiap krisis.
Mereka hadir paling awal saat bencana terjadi dan bertahan paling lama di lapangan.
Namun, di balik peran vital tersebut, perlindungan negara terhadap relawan justru tertinggal jauh.
Setidaknya terdapat empat problem mendasar yang perlu segera dibenahi, sekaligus satu terobosan kebijakan strategis yang patut dipertimbangkan.
Pertama, relawan tanpa kepastian gaji dan fasilitas layak.
Status relawan membuat petugas kebencanaan tidak memiliki kepastian gaji, jaminan penghasilan maupun fasilitas kerja standar, meskipun risiko yang dihadapi sangat tinggi.
Di lapangan, keterbatasan alat pelindung diri, logistik minimal, dan ketiadaan asuransi kerja masih kerap terjadi.
Ketergantungan pada idealisme kemanusiaan menjadikan kondisi serba kekurangan seolah wajar.






















































