jatim.jpnn.com, SURABAYA - YouTuber Muhammad Adimas Firdaus atau dikenal dengan sapaan Resbob diberhentikan sebagai kader organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Surabaya menyusul kasus ucapan bernuansa rasis yang menyeret namanya.
Ketua DPC GMNI Surabaya Virgiawan Budi Prasetyo membenarkan Resbob terdaftar sebagai kadernya pada tahun ini.
“Memang benar, Resbob merupakan anggota dan kader GMNI Surabaya. Dia telah mengikuti proses pengkaderan, tetapi statusnya hanya kader biasa,” kata Virgiawan saat dikonfirmasi, Senin (15/12).
Dia menjelaskan Resbob berasal dari Komisariat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) dan bukan pengurus di tingkat komisariat maupun cabang.
“Dia bukan pengurus. Cuma kader biasa dari Komisariat UWKS, belum berjalan satu tahun, sekitar September baru mengikuti kaderisasi,” ujarnya.
Terkait kasus yang mencuat, Virgiawan menyatakan pernyataan Resbob sama sekali tidak mewakili sikap dan pandangan GMNI.
“Ucapan Resbob itu tidak ada sangkut pautnya dengan GMNI sebenarnya, Itu urusan personal dari Resbob sendiri,” tuturnya.
Menurut Virgiawan, GMNI secara tegas menolak segala bentuk SARA dan rasisme, sejalan dengan nilai ideologi marhaenisme yang menjunjung tinggi persatuan dan kemanusiaan.
“Organisasi kami itu menjunjung tinggi persatuan, tidak memandang suku, ras, agama, maupun budaya, kepercayaan lah dari siapapun itu, kami menolak keras terkait adanya SARA atau rasis. katanya.


















































