Ekonom Sebut Tarif Resiprokal AS Bisa Jadi Peluang, Asalkan…

3 hours ago 20

Ekonom Sebut Tarif Resiprokal AS Bisa Jadi Peluang, Asalkan…

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama Presiden RI Prabowo Subianto, dalam pertemuan Board of Peace di Washington DC, Kamis (19/2). Foto: dokumentasi Biro Pers Istana

jpnn.com, JAKARTA - Penetapan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) dengan Indonesia bisa dimanfaatkan sebagai instrumen negosiasi untuk memperluas akses pasar.

Hal itu disampaikan Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede dalam Economic Outlook 2026 yang diikuti secara daring di Jakarta, Jumat (20/2).

“Kebijakan ini dimanfaatkan sebagai, misalnya, media negosiasi untuk memperluas akses pasar dan juga memperbaiki kepastian dagang,” kata Josua.

Menurut Josua, kebijakan tersebut dinilai dapat menjadi momentum untuk mengurangi ketergantungan pada satu pasar.

sebab, akselerasi diversifikasi bisa dilakukan dengan mengoptimalkan kerja sama perdagangan yang sudah ada maupun menjajaki perjanjian baru dengan mitra potensial.

“Sebagai contoh, Indonesia sebelumnya telah menyepakati Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU?CEPA),” kata Josua.

Josua berpendapat tarif resiprokal AS bisa menjadi modal untuk negosiasi perjanjian dagang serupa.

Namun, manfaat itu dinilai relatif terbatas mengingat penerapannya terbatas pada komoditas dan subsektor tertentu.

Penetapan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) dengan Indonesia bisa dimanfaatkan sebagai instrumen negosiasi untuk memperluas akses pasar.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |