jpnn.com, JAKARTA - Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyebut Indonesia siap mengekspor 1,5 juta ton pupuk saat Selat Hormuz kawasan Timur Tengah ditutup.
Sudaryono mengaku pihaknya akan memanfaatkan peluang di pasar global akibat terganggunya jalur distribusi jalur internasional tersebut.
“Rencana dalam setahun ini kami punya stok dan bisa ekspor pupuk sebanyak 1,5 juta ton totalnya," kata Sudaryono di Jakarta, Sabtu (11/4).
Menurut Sudaryono, saat ini sepertiga distribusi pupuk dunia melewati Selat Hormuz dan sebagian besar pasokannya berasal dari kawasan tersebut.
Namun, gangguan yang terjadi di wilayah itu menyebabkan banyak negara mengalami kesulitan pasokan pupuk, terutama urea.
“Kondisi ini membuat banyak negara di dunia kini membutuhkan pasokan urea dari Indonesia. RI adalah salah satu produsen urea terbesar di dunia,” ujar dia.
Sudaryono menyebutkan sejumlah negara telah menjalin komunikasi dengan pemerintah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pupuk mereka.
Misalnya seperti, Pemerintah India, Filipina, dan Australia bahkan telah menyampaikan minatnya secara langsung.






















































