bali.jpnn.com, DENPASAR - Pura Agung Jagatnatha Denpasar dipadati sekitar seribu umat Hindu pada malam Hari Raya Galungan, Rabu kemarin (17/6).
Lonjakan pemedek di atas pukul 20.00 WITA ini menjadi siklus rutin pada setiap perayaan Galungan di pusat Kota Denpasar.
Pemimpin Pura Agung Jagatnatha Ida Bagus Saskara menjelaskan bahwa pura berstatus Kahyangan Jagat ini memang biasa menjadi pelabuhan terakhir rangkaian ibadah warga.
"Masyarakat biasanya bersembahyang di rumah pribadi dulu memuja leluhur, lalu ke Pura Kawitan, Pura Kahyangan Tiga.
Bahkan ada yang pulang kampung dahulu ke Gianyar atau Tabanan.
Setelah semua selesai dan kembali ke Denpasar, malamnya baru mereka ke Jagatnatha," ujar Ida Bagus Saskara dilansir dari Antara.
Suasana malam di sekitar pura kian semarak dengan adanya tradisi Ngelawang atau pertunjukan Barong Bangkung oleh anak-anak dan remaja.
Sebanyak tiga pemangku disiagakan secara bergantian untuk memimpin persembahyangan yang diperkirakan baru mereda menjelang tengah malam.


















































