Risiko Vape Lebih Rendah Ketimbang Rokok

6 hours ago 12

Risiko Vape Lebih Rendah Ketimbang Rokok

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi pengguna vape. Foto: Natalia Laurens/JPNN

jpnn.com - JAKARTA - Ketua Gerakan Bebas Tar dan Asap Rokok (Gebrak) Garindra Kartasasmita menjelaskan perbedaan fundamental antara rokok elektrik dan rokok biasa terletak pada prosesnya.

Dia menjelaskan produk tembakau alternatif, seperti vape, tembakau yang dipanaskan, hingga kantong nikotin, dinilai memiliki profil risiko yang lebih rendah dibandingkan rokok konvensional.

“Perbedaan paling signifikan adalah prosesnya. Rokok itu dibakar, sedangkan rokok elektronik melalui sistem pemanasan. Pembakaran itulah yang membuat risikonya sangat berbeda,” kata Garindra dalam keterangannya, Rabu (7/4).

Menurut Garindra, sistem pemanasan pada vape mengubah cairan nikotin menjadi uap, bukan asap. 

Hal inilah yang membuat profil risikonya lebih rendah karena tidak menghasilkan tar yang mengandung ribuan zat kimia berbahaya hasil pembakaran.

Bukan sekadar klaim, hal ini diperkuat oleh penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Penelitian BRIN yang bertajuk Evaluation of Laboratory Tests for E-Cigarettes in Indonesia menunjukkan bahwa produk tembakau alternatif memiliki kadar toksikan yang jauh lebih rendah berdasarkan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Senada dengan BRIN, jurnal internasional The Lancet juga merilis studi yang melibatkan 5.600 perokok dewasa di Amerika Serikat. 

Ketua Gebrak Garindra Kartasasmita menjelaskan, perbedaan fundamental antara rokok elektrik dan rokok biasa terletak pada prosesnya.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |