jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat turut memberi perhatian atas insiden bayi yang nyaris tertukar di ruang NICU RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Peristiwa yang viral di media sosial ini menjadi perhatian serius untuk evaluasi mutu pelayanan kesehatan.
Kepala Dinkes Jabar Vini Adiani Dewi mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan rumah sakit dan akan segera melakukan kunjungan langsung ke kediaman pasien.
"Kami sudah berkoordinasi, jadi rencana dari pihak kami akan berkunjung ke RSHS, kalau dari pihak RSHS sudah berkunjung ke rumah pasien," kata Vini, Jumat (10/4/2026).
Vini menyebut, antara pihak rumah sakit dan keluarga pasien telah terjadi komunikasi dan penyelesaian awal, termasuk permintaan maaf dari pihak RSHS.
"Kalau kami dalam rangka perbaikan mutu layanan, kalau mereka tadi sudah ada kesepakatan saling memaafkan, memperbaiki. Dari pihak RSHS juga memohon maaf atas ketidaknyamanannya, dari pasien juga sama sudah mem-viralkan jadi sudah clear, alhamdulillah," ujarnya.
Meski demikian, Dinkes menegaskan insiden ini tidak boleh berhenti hanya pada penyelesaian personal, melainkan harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh.
Dinkes Jabar menyoroti pentingnya standar operasional prosedur (SOP) dalam setiap tahapan pelayanan, termasuk dalam penanganan bayi di ruang NICU.
"Namanya mutu layanan berarti pelaksanaan pelayanan kesehatan kepada pasien, dari segi keselamatan pasien, keselamatan dalam berbagai hal ya, itu yang nanti kita ingatkan di RSHS," jelas Vini.

















































