jpnn.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) merespons pelemahan nilai tukar Rupiah yang menyentuh level Rp17.086 per dolar AS pada perdagangan Selasa (7/4).
Kondisi itu dinilai sebagai dampak langsung dari tingginya ketidakpastian geopolitik global yang terus berlanjut.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti menegaskan bank sentral menempatkan stabilitas sebagai prioritas utama dalam menghadapi tekanan eksternal tersebut.
Guna membentengi mata uang Garuda, BI berkomitmen mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan yang tersedia.
"Di tengah ketidakpastian global yang sangat tinggi maka saat ini stabilitas menjadi prioritas utama bagi Bank Indonesia (BI)."
"Untuk itu, BI akan mengoptimalkan pemanfaatan seluruh instrumen operasi moneter (OM) yang dimiliki dan juga kebijakan OM untuk menjaga stabilitas nilai tukar," ujar Destry dalam keterangan resminya, Selasa (7/4).
Destry menjelaskan langkah strategis diambil untuk mengawal pergerakan Rupiah agar tetap berada dalam batas wajar.
BI akan mengerahkan kekuatan penuh dengan memastikan ketersediaan likuiditas dan kehadirannya di pasar keuangan tetap terjaga.




















































