jateng.jpnn.com, SEMARANG - Segelintir mahasiswa menyegel gerbang Kantor Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Jumat (5/6). Penyegelan ini sebagai simbolis protes amblasnya nilai tukar rupiah yang tembus Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).
Pantauan di lokasi, sebanyak 15 mahasiswa tiba di depan Kantor BI Jawa Tengah (Jateng) sekitar pukul 16.30 WIB. Mereka membawa poster bertuliskan 'RIP Rupiah Sekarat' dan menyampaikan orasi secara bergantian.
Selain berorasi, peserta aksi yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Jateng juga membakar uang mainan bergambar rupiah sebagai simbol kritik terhadap kondisi ekonomi.
Aksi kemudian dilanjutkan dengan pemasangan pita kuning di gerbang Kantor BI sebagai bentuk penyegelan.
Presiden BEM Politeknik Negeri Semarang (Polines) Kevin Kurnia Priambodo mengatakan aksi tersebut dilatarbelakangi keresahan mahasiswa terhadap kondisi ekonomi nasional dan melemahnya nilai tukar rupiah.
Menurut Kevin, gagasan aksi bermula dari diskusi antarmahasiswa yang menyoroti pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS.
"Kami melihat nilai tukar rupiah terhadap dolar terus melemah. Banyak masyarakat yang belum memahami bahwa kondisi tersebut memiliki dampak langsung terhadap kehidupan mereka," katanya.
Keresahan tersebut kemudian dituangkan melalui sejumlah unggahan di media sosial yang berisi kritik terhadap pemerintah. Di luar dugaan, unggahan tersebut mendapat perhatian luas dari masyarakat.



















































