jpnn.com - JAKARTA - Ketua ASN PPPK Guru 2022 Provinsi Riau Eko Wibowo mengatakan bahwa sudah saatnya negara mengangkat PPPK dan PPPK paruh waktu menjadi PNS. Menurut dia, perubahan status ini bisa menjadi kado terindah Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.
Eko optimistis bahwa Presiden Prabowo Subianto sangat peduli terhadap sumber daya manusia guru di Indonesia, sehingga akan ada gebrakan yang berpihak kepada guru PPPK dan P3K PW.
"Kami berharap kepada pemerintah daerah dan pusat saling berkolaborasi dalam membantu persoalan biaya penggajian ASN PPPK dan PPPK paruh waktu," kata Eko kepada JPNN, Rabu (29/7).
Dia mencontohkan Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, misalnya, yang mana banyak P3K PW berhenti karena gaji kecil yang tidak mencukupi biaya hidup keluarga. Di sisi lain, daerah juga menanggung beban fiskal yang berat.
Oleh karena itu, Eko berharap ada perhatian serius dari pemerintah pusat untuk memprioritaskan pengangkatan PPPK menjadi PNS, sehingga persoalan yang sudah bertahun-tahun ini bisa tuntas dan tidak menimbulkan masalah lagi.
"Saya masih ingat bagaimana dahulu Pemerintahan SBY (Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono) mengangkat honorer 1,1 juta lebih menjadi PNS. Ini seharusnya menjadi contoh pemerintah sekarang," ungkap Eko.
Dia menambahkan bahwa semua bisa melihat bagaimana ekonomi saat ini kian sulit. Oleh karena itu, dia berharap pemerintah pusat memberikan perhatian dalam upaya menyejahterakan guru ASN PPPK dan PPPK paruh waktu.
Lebih lanjut Eko mengungkap bahwa cukup banyak guru PPPK yang berpendidikan S2 maupun S3, hanya saja gaji mereka tetap S1.






















































