jabar.jpnn.com, BANDUNG BARAT - Hamparan material longsor dengan lebar kurang lebih 40 meter di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), sudah mengering. Satu bulan pascabencana terjadi, lokasi tersebut kini tidak lagi bisa ditempati masyarakat.
Warga yang terdampak, mulai pindah mencari rumah kontrakan baru, sembari menunggu hunian baru yang bakal dibangun oleh pemerintah. Relokasi bakal dilakukan, tetapi hingga kini pemerintah masih belum menentukan lokasi yang tepat.
JPNN kembali mengunjungi lokasi bencana longsor yang merenggut ratusan nyawa itu. Setelah satu bulan, tanah yang awalnya lembek seperti bubur, kini sudah mengering.
Sekarang, area longsor sudah bisa dilintasi pengendara motor yang hendak menuju kebun garapannya yang ada di atas bukit.
Selain tanah, ada juga bongkahan batu berukuran besar di beberapa titik longsor. Di sana juga muncul aliran sungai, yang menurut warga sebelumnya tidak ada.
"Dulu sebelum longsor, enggak ada aliran sungai ini. Sekarang justru ada, bingung saya juga," kata Iman Rahmat ditemui di lokasi, Rabu (25/2/2026).
Adapun hulu sungai itu diduga kuat ada di atas Gunung Burangrang, yang jadi titik utama longsoran Pasirlangu.
Sungai itu punya debit air yang tidak terlalu tinggi. Alirannya pun tak deras, tetapi airnya sangat jernih.

















































