jatim.jpnn.com, LUMAJANG - Keluhan kelangkaan elpiji 3 kilogram di Kabupaten Lumajang langsung direspons PT Pertamina Patra Niaga. Sebanyak 18 ribu tabung tambahan digelontorkan untuk menstabilkan pasokan di lapangan.
Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan tambahan atau ekstra dropping itu setara 45,8 persen dari kebutuhan normal Lumajang.
"Kami melakukan pemantauan intensif di lapangan untuk memastikan ketersediaan stok tetap terjaga serta distribusi berjalan sesuai peruntukan. Langkah itu juga merupakan respons atas dinamika kebutuhan elpiji 3 kg di masyarakat," kata Ahad, Rabu (8/4).
Pertamina juga melakukan pemantauan intensif guna memastikan distribusi berjalan sesuai peruntukan dan tidak terjadi penumpukan di titik tertentu.
Menurut Ahad, secara umum penyaluran di lembaga distribusi berjalan normal. Namun, pihaknya mencermati adanya lonjakan pembelian di tingkat pengecer akibat informasi yang belum terverifikasi.
"Pertamina juga mencermati adanya peningkatan pembelian di tingkat pengecer yang dipicu oleh informasi yang belum terverifikasi, sehingga berdampak pada persepsi ketersediaan elpiji di masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati menyatakan pemerintah daerah terus bersinergi dengan Pertamina agar distribusi tetap tertib dan tepat sasaran.
"Tambahan pasokan itu menjadi penguat di lapangan, namun yang paling penting adalah memastikan distribusinya tepat sasaran dan tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat," katanya.


















































