Shaloom Razade Ungkap Tantangannya Bermain di Film The Bell: Panggilan Untuk Mati

2 hours ago 16

 Panggilan Untuk Mati

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Konferensi pers film The Bell: Panggilan Untuk Mati di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (7/4). Foto: Firda/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Aktris Shaloom Razade mengungkapkan karakter dan tantangannya dalam berakting di film The Bell: Panggilan Untuk Mati.

Dalam film garapan Jay Sukmo itu, dia berperan sebagai Isabella, seorang aktivis yang hidup di zaman lalu.

Namun, wanita 27 tahun tersebut mendapatkan karakter yang hidup di garis waktu berbeda dengan pemeran lainnya.

"Kalau cast lain tahun sekarang, karena kan aku tuh flashback-nya. Jadi di zaman penjajahan Belanda. Isabella adalah aktivis pada zaman Belanda untuk membela hak-hak pribumi," ujar Shaloom Razade di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (7/4).

Putri sulung Wulan Guritno itu hanya menyebut bahwa perannya kali ini sangat krusial.

Dia pun sangat berhati-hati agar tak membocorkan cerita terlalu jauh. Oleh karena itu, Dia mengaku belum bisa berbicara lebih detail mengenai karakter yang diperankannya itu.

"Aku sudah enggak bisa ngasih tahu apa-apa lagi karena, yang tadi aku bilang, enggak tahu kenapa semua karakter yang dikasih ke aku tuh mungkin ada garis benang merahnya untuk ceritanya yang penting. Jadi, aku tidak bisa ngasih tahu hal yang lebih," kata Shaloom.

Memerankan sosok dari zaman dahulu tentu memberikan tantangan tersendiri baginya. Shaloom pun harus melakukan riset mengenai bagaimana cara orang di masa itu hidup dan berinteraksi.

Aktris Shaloom Razade mengungkapkan karakter dan tantangannya dalam berakting di film The Bell: Panggilan Untuk Mati.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |