jatim.jpnn.com, TULUNGAGUNG - Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung mengirim sampel makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya menyusul dugaan kasus diare yang dialami sejumlah pelajar SMK Negeri 3 Boyolangu.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung dr Aris Setiawan mengatakan pengambilan sampel dilakukan oleh Satgas MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Mutiara Rawa Selatan.
"Kami sudah mengambil sampel menu MBG yang dikonsumsi pelajar SMK Negeri 3 Boyolangu. Sampel tersebut akan kami kirim ke BBLK Surabaya untuk dilakukan uji laboratorium," kata Aris, Rabu (21/1).
Dia menjelaskan sampel makanan yang dikirim masih lengkap sesuai menu yang dikonsumsi, yakni lauk ayam berbumbu kuning, sayuran selada, sambal, serta air minum yang disajikan kepada pelajar pada Senin (19/1).
Aris menambahkan penyimpanan sampel makanan merupakan bagian dari standar operasional prosedur (SOP) Badan Gizi Nasional (BGN) yang wajib dipatuhi seluruh penyedia MBG atau SPPG.
Setiap penyedia MBG wajib menyimpan satu porsi sampel makanan untuk kepentingan penelusuran jika muncul dugaan keracunan pangan. Sampel itu disimpan di ruang pendingin sesuai SOP dan bisa bertahan sekitar satu pekan.
"Sampel tersebut disimpan dalam ruang pendingin dengan suhu sesuai SOP dan dapat disimpan hingga sekitar satu pekan," ujarnya.
Terkait laporan pelajar yang mengalami diare, Aris menyebut Dinkes masih terus melakukan pendataan berdasarkan laporan puskesmas.



















































