jabar.jpnn.com, DEPOK - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok menyiapkan sejumlah langkah untuk mengatasi permasalahan pendangkalan dan pencemaran di Situ Bahar, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong.
Berdasarkan hasil peninjauan tim verifikasi lapangan, terdapat dua persoalan utama di Situ Bahar, yakni pendangkalan akibat sedimentasi dan tingginya tingkat pencemaran air.
Kepala DLHK Kota Depok Reni Siti Nuraeni mengatakan, penanganan pendangkalan akan dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Koordinasi tersebut dilakukan agar pengerukan Situ Bahar dapat segera dilaksanakan sehingga kedalaman air kembali optimal.
Sementara itu, penanganan pencemaran air membutuhkan koordinasi lintas wilayah dan instansi. DLHK Kota Depok berencana berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor serta berkonsultasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BWSCC).
Reni mengatakan, pemantauan terhadap potensi sumber pencemar juga perlu dilakukan secara bersama-sama, termasuk oleh pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan.
“Kami juga minta agar kecamatan, kelurahan membantu kami juga melakukan monitoring, kemudian melakukan evaluasi terkait dengan potensi-potensi sumber pencemar yang masuk ke Situ Bahar melalui aliran Sungai Kali Jantung,” kata Reni.
DLHK Dorong Penanganan Dugaan Limbah


















































