jpnn.com, JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengusulkan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) bisa nol persen demi menekan terbuangnya suara pada pemilu.
Hal demikian dikatakan politikus senior PPP Usman Muhammad Tokan saat menanggapi sikap NasDem yang mendorong PT ke depan menjadi tujuh persen.
"Menurut PPP buat saja nol persen biar suara tidak terbuang, partisipasi partai politik di DPR RI akan lebih dinamis," kata dia melalui layanan pesan, Rabu (25/2).
Tokan berharap angka PT pada pemilu mendatang tidak jauh dari kontestasi politik 2029 yang sebesar empat persen.
"Kalau pun tidak nol persen, ya, paling tidak tiga persen dan itu sudah cukup bagus," kata dia.
Namun, Tokan percaya Ketum PPP Muhamad Mardiono bakal meloloskan parpol berlambang Kabah ke parlemen jika PT ditetapkan empat persen atau tidak berubah dibandingkan pemilu sebelumnya.
"Saya yakin Ketua Umum PPP yg baru terpilih dimuktamar Ancol akan mampu mengejar target itu karena hanya memimpin dua tahun saja, PPP bisa mencapai 3,87 persen. Insyaallah PPP akan bangkit kembali untuk masuk parlemen 2029 yang akan datang," ujarnya.
Ketum NasDem Surya Paloh menyebut parpolnya konsisten memperjuangkan PT tujuh persen seperti diusulkan pada 2020 untuk Pemilu 2024.




















































