jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Guna menjamin keselamatan pemudik pada masa arus balik Lebaran 2026, Pengelola UPT Terminal Giwangan Yogyakarta menggelar tes urin massal bagi para pengemudi bus, Kamis (26/3). Langkah ini dilakukan untuk memastikan para sopir dalam kondisi prima dan bebas dari pengaruh zat berbahaya saat mengantar penumpang.
Kepala UPT Terminal Giwangan Sigit Saryanto mengatakan keselamatan penumpang adalah prioritas utama di tengah padatnya mobilitas masyarakat.
"Ini untuk driver, dalam rangka keselamatan. Ini menjadi prioritas kami agar pengemudi dalam kondisi yang sehat," ujar Sigit di Terminal Giwangan.
Kegiatan yang melibatkan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Yogyakarta dan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat ini menyasar 50 sopir bus secara acak.
Pemeriksaan meliputi deteksi zat amfetamin, benzodiazepin, kokain, metamfetamin, morfin, hingga ganja.
Dari hasil tes tersebut, tercatat 29 pengemudi dinyatakan laik jalan, 20 pengemudi dinyatakan laik dengan catatan (evaluasi kesehatan ringan), 1 pengemudi dinyatakan tidak laik jalan.
Sopir yang dinyatakan tidak layak tersebut langsung dilarang melanjutkan perjalanan dan posisinya wajib digantikan oleh kru cadangan.
Dokter BNNK Yogyakarta Laras menjelaskan bahwa penggunaan zat tertentu, termasuk obat-obatan medis yang menimbulkan efek samping, sangat berisiko.


















































