jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pemerintah pusat menilai pengelolaan sampah di Surabaya sudah berada di level tertinggi di Indonesia.
Namun, keberhasilan itu justru diikuti dengan usulan baru yaitu pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PSEL) tahap kedua untuk menuntaskan sisa sampah kota.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyebut capaian penanganan sampah Surabaya saat ini telah mencapai sekitar 95 persen. Angka tersebut dinilai jarang dicapai kota besar lain di Indonesia.
Menurut Hanif, keberhasilan tersebut juga ditopang keberadaan PSEL Benowo yang mengolah sampah menjadi energi listrik.
Pemerintah pusat memastikan dukungan pendanaan untuk operasional pembangkit tersebut akan kembali berjalan.
“Pendanaan untuk PSEL Benowo akan kami cairkan kembali setelah proses pemeriksaan selesai. Untuk 2026 dananya juga sudah tersedia di kementerian,” ujar Hanif saat kunjungan kerja di Surabaya, Jumat (6/3).
Meski demikian, kapasitas pengolahan sampah Surabaya dinilai masih menyisakan residu cukup besar. Dari sekitar 1.800 ton sampah yang masuk ke sistem pengolahan, sekitar 800 ton masih berpotensi menjadi sisa yang perlu ditangani lebih lanjut.
Karena itu, pemerintah pusat telah mengusulkan pembangunan PSEL tahap kedua kepada Presiden. Jika terealisasi, Surabaya akan memiliki dua fasilitas pengolah sampah menjadi energi.
















































