Surat Solidaritas Korban Prajurit TNI untuk Andrie Yunus: Jangan Diam, Lawan!

2 hours ago 16

 Jangan Diam, Lawan!

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Para korban dugaan kekerasan oleh prajurit TNI menyampaikan dukungan kepada Andrie Yunus. Dok: source for JPNN.

jpnn.com, JAKARTA - Keluarga korban dugaan kekerasan oknum TNI, Eva Meliani Pasaribu menyerukan solidaritas terhadap aktivis Andrie Yunus yang diduga disiram air keras oleh prajurit TNI. Dia mengecam aksi penyerangan tersebut.

Dukungan solidaritas itu disampaikan Eva saat menggelar aksi damai di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Rabu (8/4).

"Hidup korban, jangan diam, jangan diam, lawan. Mata Andrie adalah mata rakyat yang memperjuangkan keadilan," kata Eva dalam orasinya.

Eva adalah anak dari mendiang Rico Sempurna Pasaribu, seorang wartawan yang menjadi korban pembunuhan berencana bersama seluruh keluarga saya di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

"Pada saat kejadian, bukan hanya ayah saya yang meninggal, tetapi ibu, adik, dan anak saya juga meninggal akibat peristiwa pembakaran rumah kami di Jalan Nabung Surbakti, Kabanjahe, pada 27 Juni 2024. Kami menduga kuat kematian empat orang keluarga saya ada keterlibatan oknum TNI yang sampai saat ini belum terungkap," ujarnya.

Sebagai perempuan yang kehilangan seluruh keluarga, dia mengaku sangat mengetahui bagaimana rasanya menjadi korban dan menunggu keadilan yang tak kunjung datang.

"Sebagai orang yang pernah kehilangan seluruh keluarga saya, saya tahu persis bahwa korban tidak boleh dibiarkan sendirian. Keadilan tidak akan datang kalau kami diam,” kata dia.

Tetapi, katanya, lebih menyakitkan lagi, ketika harus mengalami sulitnya mencari keadilan saat berhadapan dengan aparat TNI.

Sejumlah korban kekerasan oleh prajurit TNI menyampaikan dukungan kepada Andrie Yunus yang menjadi korban penyiraman air keras.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |