jpnn.com - Hasil survei Poltracking Indonesia menyatakan elektabilitas Presiden Prabowo Subianto masih unggul dalam simulasi "top of mind" seiring dengan tingginya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah yakni di atas 70 persen.
"Sebanyak 32,9 persen responden secara spontan memilih Prabowo sebagai calon presiden," kata Peneliti Utama Poltracking Indonesia Masduri Amrawi dalam rilis daring hasil evaluasi kinerja pemerintah dan program prioritas nasional di Jakarta, Senin (13/4/2026).
Simulasi "top of mind" adalah metode atau teknik untuk mengukur apa yang pertama kali muncul di pikiran seseorang ketika mendengar suatu kata, merek, isu, atau kategori tertentu.
Hasilnya pun cukup mengejutkan, terutama elektabilitas tokoh lain yang membayangi Presiden Prabowo selaku incumbent.
Sosok pria yang elektabilitasnya berada persis di bawah Prabowo ternyata bukan lagi Anies Baswedan yang menjadi rival ketum Gerindra itu di Pilpres 2024.
"Ini pertanyaan top of mind, ya. Jadi, kami tanya secara langsung tanpa menyebutkan nama-nama secara spontan. Sebanyak 32,9 persen pemilih kita itu, masih memilih Presiden Prabowo Subianto. Lalu ada Dedi Mulyadi di 13,5 persen, kemudian Anies Baswedan di 9,2 persen," tutur Masduri.
Dengan demikian, katanya temuan tersebut menempatkan Prabowo sebagai kandidat teratas, diikuti Dedi Mulyadi dan Anies Baswedan, sementara kandidat lain berada di bawah lima persen.
"Tapi, masih terdapat 28,8 persen responden yang belum menentukan pilihan (undecided voters)," katanya.




















































