jpnn.com, KARAWANG - Syngenta Indonesia secara resmi meluncurkan MIRAVIS Duo untuk padi di Learning Development Center (LDC) yang berada di Karawang, Jawa Barat.
Produk fungisida inovatif berbasis teknologi ADEPIDYN ini hadir sebagai solusi perlindungan tanaman yang lebih efektif, sekaligus memperkuat peran Karawang sebagai salah satu sentra produksi padi terbesar di Indonesia.
Karawang dikenal sebagai lumbung padi nasional, dengan produksi mencapai 1,194,711 ton Gabah Kering Giling (GKG) pada 2025, menjadikannya produsen terbesar kedua di Jawa Barat setelah Indramayu.
Meski produktivitas rata-rata berada di kisaran 5,9–6 ton/ha, beberapa kecamatan dengan sistem irigasi teknis dan varietas unggul mampu mencapai hasil optimal hingga 7–8 ton/ha.
Namun, keberlanjutan produksi padi di Karawang terus menghadapi tantangan serius, mulai dari alih fungsi lahan, iklim ekstrem yang sulit diprediksi, hingga serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).
Peluncuran MIRAVIS Duo di Karawang menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan tersebut. Dengan teknologi ADEPIDYN, produk ini memberikan perlindungan konsisten terhadap penyakit padi, menghasilkan gabah sehat berkilau, serta menjaga daun bendera lebih hijau dan bersih. Perlindungan hingga 14 hari setelah aplikasi bahkan di bawah kondisi cuaca yang tidak menentu menjadikan MIRAVIS Duo solusi yang relevan bagi petani Karawang.
“Karawang adalah simbol ketahanan pangan nasional dan melalui peluncuran MIRAVIS Duo kami ingin mendukung petani menjaga produktivitas sekaligus kualitas panen di tengah tantangan iklim dan alih fungsi lahan," ujar Presiden Direktur Syngenta Indonesia Eryanto.
MIRAVIS Duo menghadirkan tiga fitur utama yang menjadi pembeda bagi petani. Pertama, gabah sehat berkilau. MIRAVIS Duo cepat diserap dan merata ke seluruh tanaman dalam waktu enam jam, memberikan perlindungan hingga 14 hari bahkan di bawah kondisi cuaca yang tidak menentu.






















































