jatim.jpnn.com, NGAWI - Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) mendadak mengunjungi rumah warga di Desa Jeblogan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Rabu pagi (11/3).
Namun, kedatanganya bukan untuk memadamkan api, tak ada suara sirine yang berbunyi ataupun petugas yang memakain baju tahan panas.
Kedatangan mereka hendak menasehati seorang anak bernama Rehan Zaki Alrahmad (13), kelas VII SMP yang dilaporkan kedua orang tuanaya karena tak mau sekolah.
Petugas Damkar Kabupaten Ngawi, Lilik Kukuh Junianto membenarkan adanya laporan tersebut.
“Kami menerima laporan dari ibunya, Darwati yang mengaku sudah tidak mampu menghadapi anaknya,” ujar Kukuh.
Menurut pengakuan ibunya Darwati, Rehan enggan sekolah karena lebih memilih merakit mercon. Merasa khawatir terhadap keselamatan anaknya, ibu berusia 48 tahun tersebut, akhirnya melapor ke Damkar Kabupaten Ngawi.
“Lapor meminta bantuan kepada kami untuk menasehati anaknya, agar mau kembali sekolah. Ibunya bilang bahwa kalau malam anaknya begadang sampai pagi, bahkan di warung itu melakukan aktivitas negatif,” urainya.
Selama menasehati Rehan, petugas juga menemukan gulungan-gulungan petasan yang mau dibuat. Benda tersebut disembunyikan di kamar.



















































