jpnn.com - Para kreator konten berpengalaman membagikan tip tentang membuat materi untuk media sosial yang bisa membekas di netizen. Intinya, konten tidak harus selalu didukung dengan peralatan mahal.
Hal itulah yang mengemuka dalam gelar wicara (talk show) 'Road to ICCS 2026' di Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (22/1). ICCS (singkatan dari Indonesia Content Creator Summit) merupakan forum tahunan yang menjadi ajang pertemuan para kreator konten dan praktisi komunikasi.
Gelar wicara bertema 'Kreator Spesialis di Era Industri Kreatif' itu menampilkan para praktisi sebagai pembicara, antara lain, Rifky Widianto, Tasya Amini, Muhammad Akbar, dan Fajrie Hanggono.
Rifky Widianto dalam paparannya menyatakan bahwa kualitas konten tidak selalu ditentukan oleh peralatan mahal. "Nilai konten justru jauh lebih besar dari gear (peralatan, red) yang digunakan,” ucapnya.
Ketua Urban Creators Community itu menjelaskan dua hal penting untuk membuat konten. "Konsistensi pengambilan sudut pandang dan pemahaman cerita di balik industri menjadi faktor utama yang membuat konten memiliki nilai jangka panjang," tuturnya.
Adapun Tasya Amini menyatakan menekankan pentingnya kesabaran dan konsistensi bagi kreator konten dalam dalam proses membangun karier. Travel vlogger itu menegaskan bahwa perjalanan menuju kerja sama dengan pemilik jenama (brand) bukanlah hal instan.
“Ada yang butuh tiga bulan, enam bulan, bahkan tahunan sampai benar-benar di-notice, tetapi kalau sudah terlihat, biasanya peluang akan terus datang,” ujarnya.
Ummah -panggilan akrab Tasya- menambahkan pengembangan personal branding juga berperan besar dalam membuka peluang komersial. Menurut dia, merambah family branding juga membuat jangkauan konten jadi lebih luas.






















































