jateng.jpnn.com, SEMARANG - Tanggul kolam retensi milik Pelindo di Kompleks Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Jawa Tengah jebol sepanjang 30 meter pada Jumat (9/1) sekitar pukul 01.00 WIB.
Peristiwa tersebut mengakibatkan banjir setinggi 40 hingga 60 sentimeter yang menggenangi kawasan industri Lamicitra Nusantara.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang Endro Pudyo Martanto mengatakan jebolnya tanggul menyebabkan air kolam retensi meluap ke area industri di dalam kompleks pelabuhan.
“Akibat jebolnya tanggul kolam retensi Pelindo sepanjang kurang lebih 30 meter, terjadi genangan di kawasan Industri Lamicitra dengan ketinggian air sekitar 40 sampai 60 sentimeter,” kata Endro, Jumat (9/1).
Kini, pihaknya bersama tim gabungan melakukan penanganan darurat, termasuk mengevakuasi para pekerja Lamicitra yang terdampak banjir di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas.
“Langkah cepat yang kami lakukan adalah evakuasi pekerja menggunakan trik di area terdampak serta memastikan tidak ada korban jiwa,” ujarnya.
Selain evakuasi, pihaknya juga terus melakukan monitoring dan pemantauan di sejumlah titik yang masih tergenang air.
Upaya itu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya genangan serta memastikan kondisi tetap aman.



















































