jogja.jpnn.com, BANTUL - Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Bantul sejak Senin (2/3) hingga Selasa pagi (3/3) memicu bencana tanah longsor di Dusun Wunut, Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri. Sebuah tebing setinggi 25 meter ambrol dan menimpa bagian belakang rumah warga, menyebabkan kerusakan serius pada struktur bangunan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul telah melakukan asesmen di lokasi kejadian.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol mengonfirmasi bahwa situasi di lapangan masih sangat berbahaya.
"Ada lima jiwa penghuni rumah yang kami sarankan untuk sementara mengungsi ke tempat yang lebih aman," ujar Antoni saat dikonfirmasi di Bantul, Rabu (4/3).
Langkah pengungsian ini diambil karena potensi longsor susulan masih sangat tinggi, terutama saat hujan kembali turun dengan intensitas lebat.
Kondisi tebing di belakang rumah korban, Pak Juradi, terpantau masih memiliki bongkahan batu besar dan tanah labil yang sewaktu-waktu bisa meluncur turun.
Longsoran ini tidak hanya membawa tanah gembur, tetapi juga bongkahan batu raksasa berdiameter sekitar empat meter. Material tersebut menghantam keras bagian belakang rumah hingga merobohkan tembok dan area sanitasi.
Detail kerusakan yang tercatat meliputi tembok rumah yang roboh sepanjang enam meter dengan tinggi tiga meter, kamar mandi rusak total, serta kerusakan lainnya pada pipa air, atap asbes, dan sejumlah atap genting.



















































