Tebing di Gunung Papandayan Longsor, Pendakian Pos 7 Tak Bisa Dilalui

15 hours ago 22

Tebing di Gunung Papandayan Longsor, Pendakian Pos 7 Tak Bisa Dilalui

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Petugas kepolisian saat mengecek lokasi ambruknya tebing setinggi 100 meter di jalur pendakian Pos 7 menuju Hutan Mati Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan pada Kamis (8/1/2026). Foto: doc. Polsek Cisurupan

jpnn.com, GARUT - Longsor melanda kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Gunung Papandayan, Kabupaten Garut pada Kamis (8/1/2026).

Akibatnya akses pendakian di jalur tersebut sementara tidak dapat dilalui.

Longsor terjadi pada Kamis sore sekitar pukul 15.30 WIB di jalur pendakian Pos 7 menuju Hutan Mati.

Sebuah tebing dengan ketinggian mencapai kurang lebih 100 meter ambruk, dan material longsornya berupa tanah dan batu, menutup akses jalur pendakian dengan lebar sekitar 100 meter persegi.

Pascakejadian, jajaran Polsek Cisurupan Polres Garut bersama unsur TNI, pengelola kawasan, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah V Kabupaten Garut, dan masyarakat setempat melakukan monitoring serta evakuasi material longsor pada Jumat (9/1/2026). Langkah tersebut dilakukan di antaranya guna mengantisipasi longsor susulan.

“Evakuasi material longsor dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan sekitar 100 orang,” kata Kapolsek Cisurupan AKP Masrokan dalam keterangannya.

Ia menuturkan selama proses evakuasi dan pembersihan material longsor, jalur pendakian di sekitar Pos 7 dibatasi untuk memastikan keselamatan pengunjung, sambil menunggu kondisi benar-benar aman dan akses bisa kembali dilalui.

Tak ada korban dalam.insiden ini. Namun, Masrokan tetap mengimbau kepada para pengunjung dan wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi arahan petugas, mengingat kondisi cuaca dan risiko potensi longsor susulan.

Longsor menutup jalur pendakian Pos 7 - Hutan Mati di TWA Gunung Papandayan, Garut. Akses sementara ditutup.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |