jatim.jpnn.com, SURABAYA - Wafatnya Alfarisi bin Rikosen (21), seorang tahanan kasus demonstrasi yang meninggal dunia di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Surabaya, Medaeng, Sidoarjo, menyisakan sejumlah kejanggalan yang kini dipertanyakan keluarga dan pegiat hak asasi manusia.
Alfarisi menghembuskan napas terakhir pada Selasa, 30 Desember 2025. Namun, duka keluarga berubah menjadi tanda tanya besar setelah mereka menemukan sejumlah luka fisik saat prosesi pemandian jenazah.
Kepala Biro Kampanye HAM KontraS Surabaya Zaldi Maulana mengungkapkan bahwa keluarga mendapati indikasi kekerasan pada tubuh Alfarisi. Adapun di antaranya, perubahan warna pada kedua telinga serta luka lebam merah kebiruan di bagian dada kanan yang menjalar hingga punggung.
Temuan tersebut memperkuat keterangan yang sebelumnya disampaikan Alfarisi kepada keluarga dan sesama tahanan. Dia disebut pernah mengeluhkan tindakan kekerasan saat masih ditahan di Mapolrestabes Surabaya, sebelum dipindahkan ke Rutan Medaeng.
Menurut Zaldi, Alfarisi diduga mengalami pemukulan dan tendangan di area dada dan tubuh lainnya. Pasca kejadian itu, kondisi kesehatannya terus menurun drastis. Beberapa tahanan menyebut Alfarisi sempat mengalami sesak napas, kejang-kejang, hingga gejala menyerupai stroke. Kemampuan bicaranya pun dilaporkan terganggu.
“Dari keterangan yang kami terima, setelah mengalami kekerasan itu Alfarisi mengalami kondisi serius. Tangannya kaku, mulutnya mencong, bahkan kesulitan mengucapkan huruf tertentu,” ujar Zaldi.
Penurunan kondisi fisik Alfarisi juga terlihat signifikan. Dalam rentang empat bulan penahanan, berat badannya disebut turun hingga puluhan kilogram.
KontraS menilai Alfarisi tidak memperoleh penanganan medis yang memadai, baik saat berada di kepolisian maupun selama menjalani masa tahanan di rutan. Ironisnya, pertolongan pertama justru disebut datang dari sesama warga binaan. Tidak ditemukan catatan jelas mengenai perawatan medis intensif yang diterima Alfarisi sebelum meninggal dunia.



















































