jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pekerja seks komersial (PSK) di bawah umur yang ditangkap di kawasan eks Lokalisasi Dolly, Jalan Putat Jaya Timur, Kecamatan Sawahan, Surabaya, mengaku terpaksa bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Kepala DP3APPKB Surabaya Ida Widayati mengatakan DV (16) tinggal bersama kakaknya di sebuah tempat kos dekat lokasi. Remaja tersebut tidak diasuh langsung oleh kedua orang tuanya.
“Anak ini memang tidak diasuh oleh kedua orang tuanya. Bapaknya di luar kota, ibunya bekerja sebagai TKW,” ujar Ida, Kamis (20/11).
Ida menjelaskan ibu DV bekerja di Taiwan, sementara ayahnya berdomisili di Bojonegoro. Meski demikian, DV hanya menerima sedikit kiriman uang setiap bulan.
“Kalau saya tidak salah, setiap bulan itu hanya dikirimi sekitar Rp100 ribu atau berapa. Kan, ya, enggak bisa mencukupi (kebutuhan hidup),” bebernya.
Kondisi itu membuat DV mengambil jalan pintas dengan menjadi PSK di sekitar tempat tinggalnya. Uang hasil bekerja digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
“Jalan pintas yang ditempuh ini keliru. Mungkin dalam kegalauannya, dia kemudian direkrut muncikari dan dipekerjakan, malah hasilnya lebih banyak diambil muncikari,” jelas Ida.



















































