jatim.jpnn.com, SURABAYA - Proses evakuasi pendaki Gunung Semeru, Cakra (18) yang terperosok ke jurang sedalam sekitar 250 meter masih berlangsung hingga Jumat (5/6).
Tim SAR gabungan menerapkan metode slope rescue untuk mengevakuasi korban yang mengalami dugaan dislokasi pada pergelangan kaki kanan.
Kepala Kantor SAR Surabaya sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit menjelaskan bahwa sebelum proses evakuasi dilakukan, tim SAR terlebih dahulu memberikan penanganan awal dengan membidai kaki korban guna mengurangi pergerakan pada bagian yang cedera.
“Supaya meminimalisir pergerakan dan agar tidak semakin bengkak maka kaki survivor memang harus dibidai,” ujar Nanang.
Setelah dilakukan pembidaian, korban ditempatkan dalam flexible stretcher atau tandu gulung dengan posisi terlentang.
Selanjutnya, tim SAR melakukan evakuasi menggunakan sistem tali melalui metode slope rescue, yakni teknik penyelamatan yang umum digunakan di medan miring dan terjal seperti kawasan pegunungan.
Menurut Nanang, metode tersebut dipilih karena kondisi lokasi korban berada di jurang yang sangat curam dan tidak tersedia pijakan aman di bagian atas untuk dijadikan titik jangkar (anchor).
Selain lebih aman, metode ini dinilai paling efektif untuk mengurangi risiko bagi korban maupun personel penyelamat.



















































