jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Indeks Data Nasional (IDN), Ayip Tayana menilai ajakan makar terhadap Presiden Prabowo tidak laku.
Menurut dia, ajakan sejumlah pengamat dan intelektual tak memiliki daya dorong signifikan pada masyarakat luas.
Ayip menyebit tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah yang masih tinggi, isu-isu tersebut hanya berputar di kalangan elite dan media sosial saja.
“Narasi seperti ini cenderung hanya menjadi diskursus di level elite, tidak memiliki resonansi kuat di akar rumput,” ungkap Ayip Tayana.
Dia menyebut masyarakat menilai penggunaan diksi yang mengarah pada delegitimasi kekuasaan, termasuk dorongan pemakzulan di luar mekanisme konstitusi, merupakan langkah yang problematik, baik secara hukum maupun etika demokrasi.
“Indonesia sudah memiliki mekanisme konstitusional yang jelas dalam melakukan koreksi terhadap kekuasaan presiden, melalui DPR, Mahkamah Konstitusi, hingga MPR. Di luar itu, narasi perubahan kekuasaan berpotensi menciptakan instabilitas politik,” ujar Ayip.
Ayip menekankan kritik keras tetap diperbolehkan dalam demokrasi, namun harus tetap berada dalam koridor aturan main yang telah disepakati bersama.
Narasi yang berkembang belakangan ini dinilainya cenderung melampaui batas, karena tidak lagi sekadar kritik, melainkan mengarah pada upaya delegitimasi sistem yang sah.



















































