bali.jpnn.com, BULELENG - Operasi SAR terhadap korban terseret arus di Sungai Yeh Aya, Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali, resmi berakhir pada hari kedua, Rabu (8/4/2026).
Korban kedua seorang anak laki-laki bernama Gede Vikram Abinawa, 6, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Korban sebelumnya yang ditemukan tewas adalah kakek Gede Vikram Abinawa, Ketut Budiasa, 61.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng Kadek Donny Indrawan mengatakan musibah ini bermula ketika Ketut Budiasa dan Vikram Abinawa mandi di sungai Desa Bontihing, Kubutambahan.
Pada saat berendam di sungai tersebut, Selasa (7/4/2026) kemarin sekitar pukul 17.25 WITA, air dari arah hulu mendadak mengalir deras.
Terjangan air sungai yang mengalir mendadak itu membuat tubuh kedua korban terseret arus dan hilang.
"Pada pencarian hari pertama Selasa malam, satu korban telah lebih dahulu ditemukan oleh warga di pinggiran sungai pada pukul 19.05 WITA dalam kondisi meninggal dunia," ujar Kadek Donny Indrawan, Rabu (8/4/2026).
Upaya pencarian kemudian dilanjutkan pada Rabu pagi dengan mengerahkan delapan personel Pos SAR Buleleng menuju lokasi kejadian.
















































