Tragedi Mandi Sore di Sungai Yeh Aya, Kakek & Cucu Tewas Diterjang Air Bah

2 hours ago 13

Rabu, 08 April 2026 – 15:17 WIB

Tragedi Mandi Sore di Sungai Yeh Aya, Kakek & Cucu Tewas Diterjang Air Bah - JPNN.com Bali

Tim SAR mengevakuasi jenazah laki-laki bernama Gede Vikram Abinawa, 6, yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Pintu Air Bendungan Tamblang, Rabu (8/4) pagi. Foto: Humas Basarnas Bali

bali.jpnn.com, BULELENG - Operasi SAR terhadap korban terseret arus di Sungai Yeh Aya, Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali, resmi berakhir pada hari kedua, Rabu (8/4/2026).

Korban kedua seorang anak laki-laki bernama Gede Vikram Abinawa, 6, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Korban sebelumnya yang ditemukan tewas adalah kakek Gede Vikram Abinawa, Ketut Budiasa, 61.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng Kadek Donny Indrawan mengatakan musibah ini bermula ketika Ketut Budiasa dan Vikram Abinawa mandi di sungai Desa Bontihing, Kubutambahan.

Pada saat berendam di sungai tersebut, Selasa (7/4/2026) kemarin sekitar pukul 17.25 WITA, air dari arah hulu mendadak mengalir deras.

Terjangan air sungai yang mengalir mendadak itu membuat tubuh kedua korban terseret arus dan hilang.

"Pada pencarian hari pertama Selasa malam, satu korban telah lebih dahulu ditemukan oleh warga di pinggiran sungai pada pukul 19.05 WITA dalam kondisi meninggal dunia," ujar Kadek Donny Indrawan, Rabu (8/4/2026).

Upaya pencarian kemudian dilanjutkan pada Rabu pagi dengan mengerahkan delapan personel Pos SAR Buleleng menuju lokasi kejadian.

Pasangan kakek dan cucu di Kubutambahan, Buleleng, ditemukan tewas seusai mandi sore di Sungai Yeh Ayam jkemarin (7/4) sore. Korban terakhir ditemukan Rabu pagi

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News

Read Entire Article
| | | |