jatim.jpnn.com, SURABAYA - Universitas Ciputra Surabaya menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan industri kreatif lokal melalui program pengabdian masyarakat.
Kali ini, tim dosen dari program studi Fashion Design and Business menggandeng Indonesia Fashion Chamber Surabaya (IFC) untuk memberikan pelatihan tren dan pemasaran fashion.
Program ini diinisiasi oleh tiga dosen, yakni Weda Githapradana, Rahayu Budhi Handayani, dan Olivia Gondoputranto.
Weda mengatakan pelatihan tersebut ditujukan untuk menjawab tantangan pelaku fashion lokal, terutama dalam mengakses tren global dan mengintegrasikannya ke dalam desain serta strategi pemasaran.
"Selama ini, pelaku industri fashion di Surabaya dinilai masih menghadapi kendala, mulai dari keterbatasan akses trend forecasting hingga strategi digital marketing yang belum optimal," ujar Weda dalam keterangan tertulis, Senin (6/4).
Weda menyebut melalui program ini, peserta dibekali pemahaman tren fashion terkini, termasuk tren 'Recode 2026/2027', serta teknik menerjemahkannya ke dalam desain produk yang relevan dengan pasar.
Tak hanya itu, peserta juga dilatih menyusun strategi pemasaran berbasis digital, mulai dari storytelling produk, pemilihan platform, hingga membangun identitas brand.
Pendampingan dilanjutkan hingga tahap pengembangan produk, mulai dari konsep desain, pemilihan material, hingga proses produksi. Hasilnya, kapasitas pelaku fashion lokal meningkat, baik dari sisi desain maupun pemasaran.
















































