jpnn.com - Iran itu bapaknya tauhid --tuhan itu esa. Yakni ketika negeri itu masih bernama Zoroaster. Dengan maharajanya yang Anda sudah tahu: Zaratustra. Sampai 1.000 tahun kemudian pun, sampai di zaman Cyrus Yang Agung, ajaran yang maha esa itu masih bertahan.
"Sebelum zaman itu orang selalu percaya tuhan itu banyak," ujar Prof Dr Al Makin.
Anda sudah tahu siapa guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta itu: Al Makin pernah jadi rektor di situ. Lewat jalur sebagai peneliti murni. Rasanya Al Makin-lah peneliti pertama yang bisa jadi rektor.
Kenapa nama Anda Al Makin? "Tidak tahu. Itu pemberian orang tua. Beliau kiai desa," katanya.
Al Makin menyayangkan terjadi serangan Israel-Amerika ke Iran. Yang paling ia khawatirkan adalah punahnya peradaban tua. "Kita itu berutang tauhid kepada Parsi. Kita semua. Islam, Kristen, Yahudi," ujarnya.
Saya sudah membaca buku karya Al Makin terbaru. Buku filsafat. Judulnya: Dari Athena Sampai Nusantara.
Itulah buku yang membahas perjalanan pemikiran filsafat sejak awal sampai sekarang. Sejak dari Yunani sampai Sutan Takdir Alisjahbana.
Di tengahnya ada pembahasan mengenai perjalanan filsafat di Parsi --yang sampai pun negeri itu bernama Iran masih kuat mempertahankan budaya berfilsafatnya.

.jpeg)


















































