jatim.jpnn.com, LAMONGAN - Pemerintah Kabupaten Lamongan menyebut pembangunan Waduk Karangnongko menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo yang berdampak hingga kawasan hilir, termasuk Bengawan Jero.
Kepala Dinas Sumber Daya Air Lamongan, Erwin Sulistya Pambudi, mengatakan banjir di Bengawan Jero merupakan fenomena tahunan akibat tingginya debit air dari hulu serta kiriman air dari 15 kecamatan yang bermuara di kawasan tersebut.
“Selama ini banjir di Lamongan banyak dipengaruhi aliran dari hulu Bengawan Solo. Ke depan, keberadaan Waduk Karangnongko diharapkan bisa menahan kiriman air sehingga volume luapan di hilir dapat ditekan,” kata Erwin seusai mendampingi kunjungan pejabat BNPB di Lamongan, Jumat (20/2).
Dia menjelaskan penanganan jangka pendek tetap dilakukan melalui pompanisasi, normalisasi sungai, pengaturan pintu air, serta penyaluran bantuan logistik bagi warga terdampak.
Menurut dia, pembangunan Waduk Karangnongko menjadi langkah strategis untuk mengurangi risiko banjir di kawasan Bengawan Jero.
Waduk Karangnongko merupakan proyek strategis nasional yang dibangun di perbatasan Bojonegoro, Jawa Timur dan Blora, Jawa Tengah.
Proyek tersebut bertujuan memperkuat ketahanan air, irigasi, dan pengendalian banjir di daerah aliran Sungai Bengawan Solo.
Hingga pertengahan 2025, progres pembangunan tahap pertama dilaporkan telah mencapai sekitar 38 persen dan ditargetkan rampung pada 2026.

















































